Radio Elshinta

Fase Pemulangan Dimulai, Ribuan Jemaah Haji Indonesia Bertolak dari Arab Saudi

3 min · I går
episode Fase Pemulangan Dimulai, Ribuan Jemaah Haji Indonesia Bertolak dari Arab Saudi cover

Beskrivelse

Sebanyak 6.798 jemaah haji Indonesia gelombang pertama dijatuhkan pulang ke Indonesia pada 1 Juni 2026 atau hari ini. Berdasarkan data jatuh kepulangan, 17 kloter yang diberangkatkan menuju ke bandara King Abdul Aziz Jeddah menggunakan armada bus pada hari ini meliputi kloter BTH-1 sebanyak 445 jemaah, SUB-1, 379 jemaah, UPG-1, 391 jemaah, SUB-2, 380 jemaah, dan LOP-1, 393 jemaah. Selanjutnya, kloter SUB-3 berangkatkan 380 jemaah, SUB-4 membawa 718 jemaah, SUB-5, 42 jemaah, JKG-1, 391 jemaah, JKS-1, 445 jemaah, dan YIA-1 sebanyak 359 jemaah. Laporan Bhery Hamzah

Kommentarer

0

Vær den første til at kommentere

Tilmeld dig nu og bliv en del af Radio Elshinta-fællesskabet!

Kom i gang

1 måned kun 9 kr.

Derefter 99 kr. / måned · Opsig når som helst.

  • Podcasts kun på Podimo
  • 20 lydbogstimer pr. måned
  • Gratis podcasts

Alle episoder

300 episoder

episode Pemerintah Ungkap Dugaan Kebocoran Ekspor, Benarkah Indonesia Kehilangan Rp16.000 Triliun? cover

Pemerintah Ungkap Dugaan Kebocoran Ekspor, Benarkah Indonesia Kehilangan Rp16.000 Triliun?

Pemerintah mengungkap dugaan kebocoran kekayaan nasional melalui praktik under-invoicing dalam perdagangan internasional. Dalam pidatonya di DPR, Presiden menyebut praktik ini sebagai bentuk penipuan yang diduga telah berlangsung selama puluhan tahun dan berpotensi menyebabkan hilangnya nilai ekspor hingga sekitar US$908 miliar atau hampir Rp16.000 triliun.Namun pertanyaan mendasarnya adalah, apakah praktik under-invoicing benar-benar terjadi? Atau praktek ini sangat masif di Indonesia? ataukah terdapat perbedaan metode pencatatan dan perhitungan yang menyebabkan munculnya angka tersebut? Jika memang terjadi, siapa yang memperoleh keuntungan, mengapa pengawasan negara selama ini belum mampu mencegahnya, dan sejauh mana dampaknya terhadap penerimaan negara serta kesejahteraan masyarakat?Untuk membahas persoalan ini lebih dalam, kami telah terhubung dengan Ekonom dan Pengamat Kebijakan Ekonomi-Politik, Yanuar Rizky.

2. juni 202646 min