Radio Elshinta
Daya beli masyarakat kembali menjadi sorotan di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatnya tekanan biaya hidup. Salah satu indikator yang banyak dibicarakan adalah perubahan pola konsumsi di warung tegal atau warteg, yang selama ini dikenal sebagai pilihan makan terjangkau bagi pekerja, mahasiswa, hingga masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Belakangan, sejumlah pengelola warteg mengaku mulai merasakan perubahan perilaku pelanggan yg semakin selektif dalam memilih lauk, mengurangi jumlah menu yang dibeli, bahkan lebih sering memesan nasi dengan satu lauk dan sayur. Di sisi lain, para pelaku usaha warteg juga menghadapi dilema// Harga bahan baku pangan yang masih berfluktuasi membuat biaya operasional meningkat, sementara kenaikan harga jual dikhawatirkan justru akan mengurangi jumlah pelanggan. Lalu, seperti apa kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan? [TALK} Ketua Komunitas Warteg Nusantara (KOWANTARA), Mukroni
300 episoder
Kommentarer
0Vær den første til at kommentere
Tilmeld dig nu og bliv en del af Radio Elshinta-fællesskabet!