Dasapta Erwin Irawan "Akademia terbalik"
Penjelasan: https://dasaptaerwin.net/wp/2026/01/penggunaan-turnitin-secara-proporsional.html
Sé la primera persona en comentar
¡Regístrate ahora y forma parte de la comunidad de Dasapta Erwin Irawan "Akademia terbalik"!
$99 / mes después de la prueba. · Cancela cuando quieras.
120 episodios
S8-EP4- TENTANG EVALUASI DOSEN OLEH MAHASISWA (EDOM)
S8-EP3- Menggunakan Turnitin Secara Proposional | Bagian 2
S8-EP2- Menggunakan Turnitin Secara Proposional | Bagian 1
S8-EP1- PESAN UNTUK MAHASISWA PERWALIAN SAYA
DAFTAR PERTANYAAN DALAM EDOM1 Saya memperoleh informasi yang cukup tentang hal-hal tertentu yang harus saya capai atau kuasai (luaran matakuliah) sesudah mengikuti matakuliah ini. 2 Pelaksanaan perkuliahan diarahkan agar mahasiswa dapat mencapai atau menguasai luaran matakuliah ini. 3 Saya mencapai atau menguasai luaran matakuliah ini. 4 Pelaksanaan perkuliahan terorganisir dengan baik. 5 Dosen berkomunikasi dengan efektif. 6 Dosen peduli terhadap pencapaian atau penguasaan mahasiswa akan luaran matakuliah ini. 7 Dosen berlaku adil (fair) kepada mahasiswa. 8 Beban kerja untuk matakuliah ini sesuai dengan SKS-nya. 9 Sarana prasarana untuk matakuliah tersedia dengan memadai. 10 Tersedia cukup fasilitas pendukung di luar kuliah yang memungkinkan saya mengikuti matakuliah ini dengan baik. 11 Saya berusaha dengan sungguh-sungguh mengikuti matakuliah ini. 12 Saya memperoleh pengalaman belajar yang positif dalam matakuliah ini.
S7 EP6 Writing is Thinking
Menulis bukan sekadar sarana komunikasi - ini adalah proses kognitif yang canggih yang membantu kita mengatur, memperjelas, dan mengembangkan pemikiran kita secara mendalam. Melalui kegiatan menulis, kita melibatkan berbagai kemampuan mental secara bersamaan, yang mengarah pada pemahaman yang lebih dalam dan pemikiran yang lebih jernih. Mari kita telusuri hubungan yang menarik ini melalui contoh komprehensif seorang mahasiswa yang menyusun esai akademis. * Proses kognitif Proses kognitif adalah bagaimana otak kita bekerja mengolah informasi. Ini mencakup aktivitas mental dasar seperti berpikir, belajar, mengingat, dan menalar. Ketika kita menulis, aktivitas mental ini membantu kita mengatur pikiran, memperjelas gagasan, dan memahami hal-hal dengan lebih baik. 1. Klarifikasi Gagasan: Ketika memulai sebuah essai, mahasiswa harus terlebih dahulu mengkristalkan pemahaman mereka tentang topik tersebut. Proses awal ini mengungkapkan baik pengetahuan yang sudah ada maupun kesenjangan penting (celah riset) yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Tindakan menuangkan pikiran ke dalam kata-kata mendorong pemikiran yang tepat dan membantu mengidentifikasi konsep-konsep yang belum jelas. 2. Pengorganisasian Pemikiran: Menulis menuntut penyusunan gagasan yang logis dan koheren. Melalui pembuatan kerangka dan penataan argumen yang cermat, mahasiswa mengembangkan pola pemikiran yang lebih canggih. 3. Berlatih berpikir Kritis: Proses menulis secara alami melibatkan keterampilan berpikir kritis. Mahasiswa harus mengevaluasi sumber, menganalisis argumen yang berbeda, dan mempertimbangkan berbagai perspektif—yang semuanya berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang materi. 4. Refleksi: Menulis memicu refleksi mendalam tentang materi pelajaran dan proses berpikir seseorang. Saat menyusun draf, mahasiswa sering menemukan wawasan baru dan mungkin menyadari bahwa argumen tertentu memerlukan penguatan atau pertimbangan ulang. Mengapa Menulis adalah Berpikir
Comentarios
0Sé la primera persona en comentar
¡Regístrate ahora y forma parte de la comunidad de Dasapta Erwin Irawan "Akademia terbalik"!