Kencan Dengan Tuhan
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 Juli 2026 Bacaan: Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:32) Renungan: Ketika kita mendengar kata "jenius", siapa sosok yang terlintas di benak kita? Albert Einstein mungkin salah satunya. Einstein memang diakui dunia akan kejeniusannya. Tapi, ada hal-hal tertentu di mana kita mungkin "lebih cerdas" dari Einstein. Jika tiap hari kita bisa pulang ke rumah tanpa tersesat, kita lebih pintar dari Einstein. Ya, walau punya otak jenius, Einstein dikenal pelupa untuk hal sehari-hari seperti mengingat tanggal, bahkan nomor teleponnya sendiri. la juga sering kesulitan menemukan rumahnya. Itu sebabnya, konon pintu rumahnya lalu dicat merah menyala, kontras dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Dengan begitu, Einstein akan ingat yang manakah rumahnya. Orang jenius pun tidak selalu jenius di segala bidang. Demikian juga, meski kita tidak pernah meraih Nobel atau menemukan rumus dan teori tertentu, tapi kita pun kadang bisa juga menjadi jenius. Nah, kapan itu terjadi? Kita jenius saat berhasil menemukan solusi yang sebelumnya tidak disadari atau tidak terlihat dari sebuah masalah. Kita jenius ketika bisa mengatasi kebuntuan yang dialami orang-orang. Pernahkah kita menemukan jalan pintas atau cara mudah melakukan sesuatu yang belum dilakukan orang lain atau orang di sekitar kita? Apakah kita pernah menemukan cara untuk "menghidupkan lagi" sesuatu yang lama tidak dilakukan? Pernahkah kita menyelesaikan masalah yang selama ini memusingkan keluarga kita? Apakah kita pernah berhasil melakukan pendekatan pribadi kepada seseorang yang sebelumnya tak bisa didekati orang lain? Mungkin banyak di antara kita pernah melakukan hal-hal di atas. Memang, kejeniusan seperti itu sering kali tak dihargai masyarakat. Atau kadang kita enggan melakukan hal-hal itu demi menjaga ketenangan agar tidak dianggap cari muka, aneh, sok tahu, bahkan mengganggu. Di Alkitab pun, para pahlawan selalu adalah mereka yang berani bersuara dan berani bertindak meski sebagian orang bisa jadi menganggap mereka mengganggu. Jika Daud diam melihat Goliat, jika ia tak tergerak mendengar hujatan Goliat, atau ia menyerah saat diremehkan kakaknya dan Saul, tentu tak ada kisah heroik ini. Ya, jadilah Daud Daud di manapun kita berada, yang berani bersuara dan memberi solusi. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas akal budi yang Kau berikan padaku. Bantulah aku agar akal budi yang Kau berikan dapat kugunakan untuk memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
299 episodes
Comments
0Be the first to comment
Sign up now and become a member of the Kencan Dengan Tuhan community!