Radio Elshinta

Aplikasi Review MBG: Instrumen Pengawasan atau Sekadar Kanal Aduan?

29 min · I går
episode Aplikasi Review MBG: Instrumen Pengawasan atau Sekadar Kanal Aduan? cover

Description

Setelah berbagai keluhan soal kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis atau MBG mencuat di sejumlah daerah, Badan Gizi Nasional kini meluncurkan aplikasi "Reviu MBG". Aplikasi ini digadang-gadang menjadi alat pengawasan berbasis partisipasi publik untuk memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar layak, aman, dan sesuai standar. Namun, apakah aplikasi ini akan menjadi solusi nyata untuk memperbaiki kualitas layanan MBG? Seberapa cepat temuan di lapangan bisa direspons, dan bagaimana menjamin setiap masukan benar-benar berujung pada perbaikan? NS : Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya

Comments

0

Be the first to comment

Sign up now and become a member of the Radio Elshinta community!

Get Started

1 month for 9 kr.

Then 99 kr. / month · Cancel anytime.

  • Podcasts kun på Podimo
  • 20 lydbogstimer pr. måned
  • Gratis podcasts

All episodes

300 episodes

episode Pemerintah Ungkap Dugaan Kebocoran Ekspor, Benarkah Indonesia Kehilangan Rp16.000 Triliun? artwork

Pemerintah Ungkap Dugaan Kebocoran Ekspor, Benarkah Indonesia Kehilangan Rp16.000 Triliun?

Pemerintah mengungkap dugaan kebocoran kekayaan nasional melalui praktik under-invoicing dalam perdagangan internasional. Dalam pidatonya di DPR, Presiden menyebut praktik ini sebagai bentuk penipuan yang diduga telah berlangsung selama puluhan tahun dan berpotensi menyebabkan hilangnya nilai ekspor hingga sekitar US$908 miliar atau hampir Rp16.000 triliun.Namun pertanyaan mendasarnya adalah, apakah praktik under-invoicing benar-benar terjadi? Atau praktek ini sangat masif di Indonesia? ataukah terdapat perbedaan metode pencatatan dan perhitungan yang menyebabkan munculnya angka tersebut? Jika memang terjadi, siapa yang memperoleh keuntungan, mengapa pengawasan negara selama ini belum mampu mencegahnya, dan sejauh mana dampaknya terhadap penerimaan negara serta kesejahteraan masyarakat?Untuk membahas persoalan ini lebih dalam, kami telah terhubung dengan Ekonom dan Pengamat Kebijakan Ekonomi-Politik, Yanuar Rizky.

Yesterday46 min