Radio Elshinta

Tiga Petinggi BGN Jadi Tersangka, Pengawasan MBG Dipertanyakan

20 min · 4 de jun de 2026
Portada del episodio Tiga Petinggi BGN Jadi Tersangka, Pengawasan MBG Dipertanyakan

Descripción

Usai penangkapan dan penetapn 3 petinggi BGN sebagai tersangka oleh Kejagung atas dugaan korupsi tata kelola MBG pada 2025-2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis tidak boleh menjadi sarana korupsi. Penangkapan terhadap 3 petinggi BGN membuktikan bila pengelolaan yang memakan biaya hingga ratusan triliun membutuhkan pengawasan ketat dan berlapis. Apa yang harus dilakukan agar kasus serupa tidak terulang? Apakah presiden perlu mempertimbangkan untuk menyetop MBG karena rawan bancakan? [Talk] : Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah

Comentarios

0

Sé la primera persona en comentar

¡Regístrate ahora y únete a la comunidad de Radio Elshinta!

Prueba gratis

Empieza 7 días de prueba

$99 / mes después de la prueba. · Cancela cuando quieras.

  • Podcasts solo en Podimo
  • 20 horas de audiolibros al mes
  • Podcast gratuitos

Todos los episodios

300 episodios

episode Kasus Kematian dr. Icha: Polisi Dalami Dugaan Intimidasi Saat Bertugas di RS Leona artwork

Kasus Kematian dr. Icha: Polisi Dalami Dugaan Intimidasi Saat Bertugas di RS Leona

Polres Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, terus mendalami dugaan intimidasi yang dialami dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha sebelum ditemukan meninggal dunia. Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP Eliana Papote, menjelaskan, lokasi kematian dr. Icha berada di rumah orang tuanya di Desa Bawamata, Kabupaten Kupang, pada Jumat 26 Juni 2026. Karena itu, Polres TTU saat ini fokus menyelidiki dugaan intimidasi yang diduga terjadi saat almarhumah bertugas di Rumah Sakit Leona. Dugaan intimidasi bermula pada 13 Juni lalu, ketika dr. Icha menangani pasien rujukan kasus gigitan ular di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Leona. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keluarga pasien tidak puas dengan penanganan yang dilakukan dr. Icha sehingga terjadi perdebatan. AKBP Eliana Papote membenarkan, salah satu dari tiga anggota keluarga pasien yang telah dimintai keterangan merupakan anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara. Hingga kini, polisi telah memeriksa tujuh orang saksi, terdiri dari tenaga kesehatan, petugas keamanan rumah sakit, serta pihak keluarga pasien. Polres Timor Tengah Utara juga akan meminta keterangan ahli pidana dan ahli psikologi untuk mendalami ada tidaknya unsur pidana dalam dugaan intimidasi tersebut. Polisi menegaskan, penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan objektif tanpa memandang status pihak yang terlibat.

Ayer9 min