Radio Elshinta

Armuzna Jadi Fokus, Petugas Haji Prioritaskan Kenyamanan Jamaah Rentan

2 min · 22 mei 2026
aflevering Armuzna Jadi Fokus, Petugas Haji Prioritaskan Kenyamanan Jamaah Rentan artwork

Beschrijving

Langkah antisipasi dan mitigasi terus dioptimalkan oleh tim petugas Kementerian Haji dan Umrah Indonesia guna menyambut pergerakan jamaah yang akan dimulai pada hari Senin mendatang. Mengingat fase Armuzna merupakan titik paling krusial dalam ritual haji, penertiban tenda menjadi prioritas mutlak demi memastikan tidak ada hak jamaah yang terabaikan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. (BEH/MCH 2026) LAPORAN : BHERY HAMZAH

Reacties

0

Wees de eerste die een reactie plaatst

Meld je nu aan en word lid van de Radio Elshinta community!

Begin hier

2 maanden voor € 1

Daarna € 9,99 / maand · Elk moment opzegbaar.

  • Podcasts die je alleen op Podimo hoort
  • 20 uur luisterboeken / maand
  • Gratis podcasts

Alle afleveringen

300 afleveringen

aflevering Pancasila di Tengah Tantangan Zaman: Perekat Bangsa, Inspirasi Perdamaian Dunia artwork

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman: Perekat Bangsa, Inspirasi Perdamaian Dunia

Pancasila kembali menjadi refleksi penting bagi bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan zaman. Mulai dari persoalan sosial, derasnya arus informasi di ruang digital, hingga konflik yang masih terjadi di berbagai belahan dunia, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai perekat persatuan dan pedoman kehidupan berbangsa. Dalam rangka Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", bagaimana implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi dinamika saat ini? Sejauh mana Pancasila dapat menjadi kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia? Simak perbincangan bersama Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Dr. Darmansjah Djumala, S.E., M.A., https://elshinta.com/indeks/dalam-negeri/bpip-pancasila-diakui-dunia-dan-tetap-relevan-hadapi-disrupsi-digital-165605

31 mei 202645 min
aflevering Firman Subagyo Soroti Anjloknya Harga TBS Sawit, Nilai Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Bottleneck artwork

Firman Subagyo Soroti Anjloknya Harga TBS Sawit, Nilai Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Bottleneck

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, menyoroti turunnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di berbagai daerah setelah pemerintah menerapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Menurutnya, kebijakan tersebut menimbulkan hambatan rantai pasok ekspor yang berdampak langsung pada harga TBS di tingkat petani.Hal tersebut disampaikan Firman Subagyo dalam wawancara bersama Radio Elshinta pada Sabtu (30/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama merosotnya harga TBS adalah terjadinya bottleneck atau antrean ekspor akibat seluruh ekspor crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) harus melalui PT DSI.“Terjadi bottleneck atau antrean ekspor. Dengan sistem satu pintu, seluruh ekspor CPO dan PKO harus melalui DSI terlebih dahulu. Sementara kapasitas gudang, kapal, perizinan, dan sumber daya manusia yang dimiliki masih sangat terbatas,” kata Firman kepada Radio Elshinta.Akibat keterbatasan tersebut, lanjutnya, stok CPO di sejumlah pabrik kelapa sawit menumpuk karena tidak dapat segera diekspor seperti sebelumnya. Kondisi itu membuat perusahaan mengurangi pembelian TBS dari petani maupun mitra plasma.“Ketika stok CPO menumpuk dan tangki penyimpanan penuh, pabrik terpaksa mengurangi serapan TBS dari petani. Jika pabrik tidak lagi menyerap hasil panen secara optimal, maka harga TBS langsung jatuh mengikuti mekanisme pasar,” ujarnya.Firman mengungkapkan, sebelum kebijakan ekspor satu pintu diterapkan, harga TBS di sejumlah daerah masih berada pada kisaran Rp3.500 hingga Rp3.700 per kilogram. Namun kini harga tersebut turun menjadi sekitar Rp2.500 hingga Rp2.700 per kilogram.Menurutnya, penurunan harga yang cukup tajam ini berpotensi mengurangi pendapatan jutaan petani sawit yang selama ini bergantung pada stabilitas harga TBS.Data pemerintah juga menunjukkan dampak kebijakan tersebut mulai dirasakan luas di lapangan. Tercatat sebanyak 139 pabrik kelapa sawit telah menurunkan harga pembelian TBS dari petani.Firman meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi kebijakan ekspor satu pintu agar tidak menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan terhadap sektor perkebunan sawit nasional.“Kita harus memastikan kebijakan yang dibuat tidak merugikan petani. Sawit merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional dan sumber penghidupan jutaan masyarakat di daerah,” tegasnya.Ia berharap pemerintah dapat segera mencari solusi untuk memperlancar proses ekspor, meningkatkan kapasitas operasional DSI, serta menjaga stabilitas harga TBS agar kesejahteraan petani sawit tetap terjaga.

Gisteren2 min