Radio Elshinta

Transformasi Perkebunan Nasional: Strategi Baru Kementan Perkuat Sawit dan Petani

37 min · Ayer
Portada del episodio Transformasi Perkebunan Nasional: Strategi Baru Kementan Perkuat Sawit dan Petani

Descripción

Transformasi perkebunan nasional terus bergerak maju! Bagaimana strategi baru pemerintah dalam memperkuat sektor sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia? Temukan jawabannya bersama Direktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian RI Ebi Rulianti, S.P., M.Sc. dalam perbincangan inspiratif di Elshinta Podcast bersama host Haryo Ristamaji. Jangan lewatkan diskusi penuh wawasan mengenai masa depan perkebunan Indonesia yang lebih kuat dan berpihak pada petani. 🌾✨ #ElshintaPodcast [https://www.youtube.com/hashtag/elshintapodcast] #RadioElshinta [https://www.youtube.com/hashtag/radioelshinta] #SawitIndonesia [https://www.youtube.com/hashtag/sawitindonesia] #KementanRI [https://www.youtube.com/hashtag/kementanri] #PerkebunanNasional [https://www.youtube.com/hashtag/perkebunannasional] #PetaniIndonesia [https://www.youtube.com/hashtag/petaniindonesia] #TransformasiPertanian [https://www.youtube.com/hashtag/transformasipertanian] #PodcastIndonesia [https://www.youtube.com/hashtag/podcastindonesia]

Comentarios

0

Sé la primera persona en comentar

¡Regístrate ahora y únete a la comunidad de Radio Elshinta!

Empezar

2 meses por 1 €

Después 4,99 € / mes · Cancela cuando quieras.

  • Podcasts exclusivos
  • 20 horas de audiolibros / mes
  • Podcast gratuitos

Todos los episodios

300 episodios

Portada del episodio Pemerintah Ungkap Dugaan Kebocoran Ekspor, Benarkah Indonesia Kehilangan Rp16.000 Triliun?

Pemerintah Ungkap Dugaan Kebocoran Ekspor, Benarkah Indonesia Kehilangan Rp16.000 Triliun?

Pemerintah mengungkap dugaan kebocoran kekayaan nasional melalui praktik under-invoicing dalam perdagangan internasional. Dalam pidatonya di DPR, Presiden menyebut praktik ini sebagai bentuk penipuan yang diduga telah berlangsung selama puluhan tahun dan berpotensi menyebabkan hilangnya nilai ekspor hingga sekitar US$908 miliar atau hampir Rp16.000 triliun.Namun pertanyaan mendasarnya adalah, apakah praktik under-invoicing benar-benar terjadi? Atau praktek ini sangat masif di Indonesia? ataukah terdapat perbedaan metode pencatatan dan perhitungan yang menyebabkan munculnya angka tersebut? Jika memang terjadi, siapa yang memperoleh keuntungan, mengapa pengawasan negara selama ini belum mampu mencegahnya, dan sejauh mana dampaknya terhadap penerimaan negara serta kesejahteraan masyarakat?Untuk membahas persoalan ini lebih dalam, kami telah terhubung dengan Ekonom dan Pengamat Kebijakan Ekonomi-Politik, Yanuar Rizky.

Ayer46 min