AHMAD BANAJAH

Tabarruk & Tawassul: Antara Sunnah dan Syirik

1 h 45 min · 9. Aug. 20251 h 45 min
Episode Tabarruk & Tawassul: Antara Sunnah dan Syirik Cover

Beschreibung

Dalam isu tabarruk dan tawassul, umat sering terbelah antara dua kutub: yang menghalalkan semua bentuknya atas nama cinta kepada Nabi ﷺ, dan yang menolak mentah-mentah hingga menutup pintu syariat yang sah. Padahal, kebenaran bukanlah monopoli sentimen, melainkan milik dalil yang jelas dan warisan praktik generasi awal umat ini. Berlebihan dalam perkara yang dibolehkan bisa menyeret kepada bid’ah, sementara mengharamkan apa yang diizinkan syariat adalah sikap ghuluw yang sama berbahayanya. Inilah mengapa membedakan antara tabarruk dan tawassul yang syar’i dan yang terlarang bukan sekadar kajian fikih, tapi juga penjagaan aqidah umat dari dua jurang ekstrem: syirik dan penolakan sunnah.

Kommentare

0

Sei die erste Person, die kommentiert

Melde dich jetzt an und werde Teil der AHMAD BANAJAH-Community!

Kostenlos hören

Kostenlos hören bei Podimo

Starte jetzt und verbinde dich mit deinen Lieblingspodcaster*innen

  • Vertraut von über 1 Mio. deutschen Hörer*innen
  • Über 1.000 lokale Podcasts und Shows – nur bei Podimo
  • Keine Zahlung nötig
Kostenlos hören

Alle Folgen

108 Folgen

Episode MEMBONGKAR LOGIKA KELIRU DALAM MEMAHAMI SIFAT ALLAH Cover

MEMBONGKAR LOGIKA KELIRU DALAM MEMAHAMI SIFAT ALLAH

Di era modern ini, banyak orang mengaku berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi ketika berbicara tentang nama dan sifat Allah, mereka justru terjebak dalam ta’wil (penyimpangan makna), ta’thil (penolakan makna), atau bahkan tamtsil (penyerupaan Allah dengan makhluk). Tragisnya, sebagian merasa pemikirannya ilmiah—padahal justru bertentangan dengan metode ilmiah para salaf. Daurah ini memaparkan metode emas untuk menghadapi syubhat yang dilontarkan oleh berbagai aliran menyimpang. Tidak hanya mengungkap siapa mereka, tetapi juga membongkar logika keliru mereka satu per satu, lalu membangun kembali pondasi aqidah di atas manhaj salaf. Anda akan dibuat sadar, bahwa memahami ayat dan hadits tidak cukup hanya dengan “terjemah mentah”, tetapi butuh konteks, kaidah bahasa Arab, dan pemahaman ulama yang lurus. Siapkah Anda untuk tidak lagi terjebak dalam jebakan bahasa dan logika para pengusung bid’ah?

8. Aug. 20252 h 59 min