Heri Hero
Tak bermaksud terdengar sok puitis, namun mencurahakan rasa dalam barisan kata, serasa sebaris bersamamu menikmati segelas es teh di warung itu
Sei die erste Person, die kommentiert
Melde dich jetzt an und werde Teil der Heri Hero-Community!
Dann 4,99 € / Monat · Jederzeit kündbar.
9 Folgen
Tentang Laut, Tentang Diri!
Tenang dan Pelan... Aku mulai mencintai laut, kesatuan pasir dan karang juga debur ombak. Biasanya aku berdiri melihat jauh dan lepas. Namun, dalam beberapa pertemuan, aku sadar. Mereka nyata, dekat, dan lebih mengerti tentang perasaan. Ya, aku berkontemplasi, berbicara dengan hati dan menyimpulkan, kalau tidak mendapatkan yang aku ingin kan artinya Tuhan yang memilihkan. Kamu, itu kamu!
Kita Pulang Beda Arah
Puisi ini aku tulis ketika aku patah hati untuk kedua kalinya dengan orang yang sama, luka yang sama, luka yang belum kering, yang dengan sadar ditaburi garam.
Untuk November Kita yang Tidak Adil!
Untuk kami di bulan November. Ego yang tinggi dan komunikasi buruk telah menghancurkan hubungan kami. Ternyata harus dengan putus dulu, aku baru merasakan kehilangan orang yang aku sayang. Walaupun kamu sudah ada orang lain, tapi rasa cinta ku masih sama, malah berlebih. Namun, melihatmu dan merelakanmu bertumbuh kembang di luar sana adalah saru bentuk mencintaimu. Aku sayang kamu.
29 January: Antara hujan, segelas es teh dan pertemuan
Wahyu Kecil dari Tuhan!
Tenang dan pelan, aku mulai menikmati rasa dan Meyakini hati.
Kommentare
0Sei die erste Person, die kommentiert
Melde dich jetzt an und werde Teil der Heri Hero-Community!