Radio Elshinta

Mandatori Biodiesel: Antara Kewajiban & Tantangan Industri Sawit

39 min · 2. Juni 2026
Episode Mandatori Biodiesel: Antara Kewajiban & Tantangan Industri Sawit Cover

Beschreibung

Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar di dunia, namun tantangan stabilitas harga minyak goreng di pasar domestik masih sering terjadi.Di tengah rencana penerapan mandatori Biodiesel B50, muncul pertanyaan besar: Akankah kebijakan energi ini akan berdampak pada masyarakat?Apa saja tantangan dan langkah yang harus diambil agar kebijakan ini tidak menjadi beban bagi masyarakat?Simak wawancaranya dalam Elshinta Podcast bersama Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) dan Peneliti Sawit Universitas Indonesia yang juga Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Dr. Eugenia Mardanugraha. S,Si., M.E.

Kommentare

0

Sei die erste Person, die kommentiert

Melde dich jetzt an und werde Teil der Radio Elshinta-Community!

Loslegen

2 Monate für 1 €

Dann 4,99 € / Monat · Jederzeit kündbar.

  • Podcasts nur bei Podimo
  • 20 Stunden Hörbücher / Monat
  • Alle kostenlosen Podcasts

Alle Folgen

300 Folgen

Episode Pemerintah Ungkap Dugaan Kebocoran Ekspor, Benarkah Indonesia Kehilangan Rp16.000 Triliun? Cover

Pemerintah Ungkap Dugaan Kebocoran Ekspor, Benarkah Indonesia Kehilangan Rp16.000 Triliun?

Pemerintah mengungkap dugaan kebocoran kekayaan nasional melalui praktik under-invoicing dalam perdagangan internasional. Dalam pidatonya di DPR, Presiden menyebut praktik ini sebagai bentuk penipuan yang diduga telah berlangsung selama puluhan tahun dan berpotensi menyebabkan hilangnya nilai ekspor hingga sekitar US$908 miliar atau hampir Rp16.000 triliun.Namun pertanyaan mendasarnya adalah, apakah praktik under-invoicing benar-benar terjadi? Atau praktek ini sangat masif di Indonesia? ataukah terdapat perbedaan metode pencatatan dan perhitungan yang menyebabkan munculnya angka tersebut? Jika memang terjadi, siapa yang memperoleh keuntungan, mengapa pengawasan negara selama ini belum mampu mencegahnya, dan sejauh mana dampaknya terhadap penerimaan negara serta kesejahteraan masyarakat?Untuk membahas persoalan ini lebih dalam, kami telah terhubung dengan Ekonom dan Pengamat Kebijakan Ekonomi-Politik, Yanuar Rizky.

2. Juni 202646 min