Radio Elshinta

Rupiah Tembus Rp18.000, Seberapa Kuat Fundamental Ekonomi Indonesia?

19 min · 5 de jun de 2026
Portada del episodio Rupiah Tembus Rp18.000, Seberapa Kuat Fundamental Ekonomi Indonesia?

Descripción

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS, memicu kekhawatiran di tengah volatilitas pasar keuangan. Bank Indonesia menilai tekanan berasal dari ketidakpastian global dan penguatan dolar AS, sementara pemerintah tetap optimistis fundamental ekonomi nasional masih solid. Benarkah kondisi ekonomi Indonesia masih sekuat yang diklaim? Apakah pelemahan rupiah dan gejolak pasar lebih dipengaruhi faktor eksternal atau mencerminkan sentimen terhadap kondisi domestik? Bersama Ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, kami membahas kekuatan fundamental ekonomi Indonesia, respons investor, serta langkah yang perlu ditempuh untuk menjaga kepercayaan pasar.

Comentarios

0

Sé la primera persona en comentar

¡Regístrate ahora y únete a la comunidad de Radio Elshinta!

Empezar

2 meses por 1 €

Después 4,99 € / mes · Cancela cuando quieras.

  • Podcasts exclusivos
  • 20 horas de audiolibros / mes
  • Podcast gratuitos

Todos los episodios

300 episodios

Portada del episodio Rupiah Tertekan, Ekonomi RI Bagaimana?

Rupiah Tertekan, Ekonomi RI Bagaimana?

Rupiah Tertekan, Ekonomi RI Bagaimana? Bersama Narasumber : Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto Dalam beberapa waktu terakhir publik dihadapkan pada berbagai dinamika ekonomi yang menjadi perhatian bersama. Nilai tukar rupiah mengalami tekanan, pasar saham bergerak fluktuatif hingg menyentuh 18ribuan/dollar AS, sementara ketidakpastian ekonomi global masih membayangi berbagai sektor usaha dan investasi. Lalu bagaimana seharusnya pemerintah merespons berbagai tantangan ekonomi ini? Sejauh mana peran masing-masing lembaga ekonomi dan keuangan negara dalam menjaga stabilitas? Kita mengetahui bahwa Bank Indonesia memiliki mandat menjaga stabilitas nilai rupiah dan kebijakan moneter, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertugas mengawasi sektor jasa keuangan dan menjaga stabilitas pasar keuangan, sementara Kementerian Keuangan berperan melalui kebijakan fiskal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan ketahanan APBN. Nah, untuk membahas lebih jauh bagaimana kondisi ekonomi saat ini, tantangan yang dihadapi Indonesia, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah dan otoritas terkait, telah bergabung bersama kita Ryan Kiryanto, SE, MM, ekonom senior, bankir, dan pengamat kebijakan ekonomi yang selama ini dikenal luas melalui berbagai analisisnya mengenai perbankan, kebijakan moneter, dan perkembangan ekonomi nasional.

Ayer34 min