SENGKUNI 2019 TEATER PERDIKAN
“apa Sengkuni”pada kehidupan ber-Negara dan bermasyarakat kita. Bukan “siapa Sengkuni”. Karena pada ukuran tertentu, tidak tertutup kemungkinan bahwa pada hakikinya kita semua atau masing-masing adalah Sengkuni.
Sekedar flashback kecil: seluruh ummat manusia di muka bumi didera epidemi kesempitan, kedangkalan, dan kesumbu-pendekan di dalam pengalaman kejiwaan, intelektual, mental, serta kultural. Dimulai pada abad ke-14 di belahan bumi sebelah Barat, seabad dua abad kemudian penyakit massal itu menular ke dunia Timur. Persisnya Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Pemimpin kesempitan itu justru di wilayah utara.
Peradaban yang infrastruktur keilmuannya lahir abad ke-14, memuncak kehebatan dan kemewahannya di abad ke-20-21. Canggih di kasat mata, tapi amat sempit dan mengkhawatirkan kalau dilihat dari substansi apa dan siapa manusia ini sebenarnya. Mewah, megah, gemerlap, menakjubkan, tetapi sangat menggelisahkan bagi siapa saja yang memahami Sangkan Paraning Dumadi. Seluruh penduduk dunia merasa sedang sukses, hebat, dan lebih maju dibanding seluruh era-era sejarah sebelumnya.