Imagen de portada del espectáculo Rangkai Kata Rupawan

Rangkai Kata Rupawan

Podcast de Tji Fung

indonesio

Cultura y ocio

Oferta limitada

2 meses por 1 €

Después 4,99 € / mesCancela cuando quieras.

  • 20 horas de audiolibros / mes
  • Podcasts exclusivos
  • Podcast gratuitos
Empezar

Acerca de Rangkai Kata Rupawan

Mencoba untuk membentuk sebuah teologi suara dalam pekik keriuhan sunyi... Apakah ada bisu yang bersuara seumpama hampa yang padat berisi?

Todos los episodios

9 episodios

Portada del episodio Di Bawah Kibaran Sarung - Joko Pinurbo

Di Bawah Kibaran Sarung - Joko Pinurbo

Di bawah kibaran sarung anak-anak berangkat tidur di haribaan malam. Tidur mereka seperti tidur yang baka. Tidur yang dijaga dan disambangi seorang lelaki kurus dengan punggung melengkung, mata yang dalam dan cekung. “Hidup orang miskin!” pekiknya sambil membentangkan sarung. “Hidup sarung!” seru seorang perempuan, sahabat malam, yang tekun mendengarkan hujan. Lalu ia mainkan piano, piano tua, di dada lelaki itu. “Simfoni batukmu, nada-nada sakitmu, musik klasikmu mengalun merdu sepanjang malam,” hibur perempuan itu dengan mata setengah terpejam. Di bawah kibaran sarung rumah adalah kampung. Kampung kecil di mana kau bisa ngintip yang serba gaib: kisah senja, celoteh cinta, sungai coklat, dada langsat, parade susu, susu cantik, dan pantat nungging yang kausebut nasib. Kampung kumuh di mana penyakit, onggokan sampah, sumpah serapah, anjing kawin, maling mabuk, piring pecah, tikus ngamuk adalah tetangga. “Rumahku adalah istanaku,” kata perempuan itu sambil terus memainkan pianonya, piano tua, piano kesayangan. “Rumahku adalah kerandaku,” timpal lelaki itu sambil terus meletupkan batuknya, batuk darah, batuk kemenangan. Dan seperti keranda mencari penumpang, dari jauh terdengar suara andong memanggil pulang. Kling klong kling klong. Di bawah kibaran sarung aku tuliskan puisimu, di rumah kecil yang dingin terpencil. Seperti perempuan perkasa yang betah berjaga menemani kantuk, menemani sakit di remang cahaya: menghitung iga, memainkan piano di dada lelaki tua yang gagap mengucap doa. Ya, kutuliskan puisimu, kulepaskan ke seberang seperti kanak-kanak berangkat tidur di haribaan malam. Ayo temui aku di bawah kibaran sarung, di tempat yang jauh terlindung. (1999) Joko Pinurbo

24 de may de 2020 - 5 min
Portada del episodio Dibawah Kibaran Sarung

Dibawah Kibaran Sarung

Di bawah kibaran sarung anak-anak berangkat tidur di haribaan malam. Tidur mereka seperti tidur yang baka. Tidur yang dijaga dan disambangi seorang lelaki kurus dengan punggung melengkung, mata yang dalam dan cekung. “Hidup orang miskin!” pekiknya sambil membentangkan sarung. “Hidup sarung!” seru seorang perempuan, sahabat malam, yang tekun mendengarkan hujan. Lalu ia mainkan piano, piano tua, di dada lelaki itu. “Simfoni batukmu, nada-nada sakitmu, musik klasikmu mengalun merdu sepanjang malam,” hibur perempuan itu dengan mata setengah terpejam. Di bawah kibaran sarung rumah adalah kampung. Kampung kecil di mana kau bisa ngintip yang serba gaib: kisah senja, celoteh cinta, sungai coklat, dada langsat, parade susu, susu cantik, dan pantat nungging yang kausebut nasib. Kampung kumuh di mana penyakit, onggokan sampah, sumpah serapah, anjing kawin, maling mabuk, piring pecah, tikus ngamuk adalah tetangga. “Rumahku adalah istanaku,” kata perempuan itu sambil terus memainkan pianonya, piano tua, piano kesayangan. “Rumahku adalah kerandaku,” timpal lelaki itu sambil terus meletupkan batuknya, batuk darah, batuk kemenangan. Dan seperti keranda mencari penumpang, dari jauh terdengar suara andong memanggil pulang. Kling klong kling klong. Di bawah kibaran sarung aku tuliskan puisimu, di rumah kecil yang dingin terpencil. Seperti perempuan perkasa yang betah berjaga menemani kantuk, menemani sakit di remang cahaya: menghitung iga, memainkan piano di dada lelaki tua yang gagap mengucap doa. Ya, kutuliskan puisimu, kulepaskan ke seberang seperti kanak-kanak berangkat tidur di haribaan malam. Ayo temui aku di bawah kibaran sarung, di tempat yang jauh terlindung. Jokpin 1999

22 de may de 2020 - 3 min
Portada del episodio Ibu Kopi

Ibu Kopi

Malam saya terbuat dari jalanan kampung yang basah, hujan yang baru saja mati, rindu yang hampir kedaluwarsa, sepi yang tak lagi berfungsi, dan seorang penjual kopi yang mondar-mandir mendorong gerobak kopinya. Sendok kopi memukul-mukul cangkir kopi dan suara kopi memantul-mantul di jidat para penggemar kopi yang sedang berjuang melawan kantuk dan lupa. Harum kopinya terbuat dari harum darahnya. Hitam kopinya terbuat dari hitam nasibnya. Ia masih muda, sekian tahun yang silam diambil negara di sebuah huru-hara, dan sampai sekarang masih dicari-cari oleh ibunya. Sendok kopi memukul-mukul cangkir kopi. Saya datang mau membeli kopi, tapi si penjual kopi tak ada. Saya hanya bertemu dengan gerobak kopinya. Saya hanya mendengar suaranya: “Minumlah kopiku sebagai kenangan akan daku.” Malam saya terbuat dari jalanan kampung yang basah, hujan yang baru saja mati, dan seorang ibu yang berjalan sendirian mendorong gerobak kopi anaknya. “Selamat malam, Bu. Semua kopi menyayangimu.” Jokpin 2014

22 de may de 2020 - 2 min
Soy muy de podcasts. Mientras hago la cama, mientras recojo la casa, mientras trabajo… Y en Podimo encuentro podcast que me encantan. De emprendimiento, de salid, de humor… De lo que quiera! Estoy encantada 👍
Soy muy de podcasts. Mientras hago la cama, mientras recojo la casa, mientras trabajo… Y en Podimo encuentro podcast que me encantan. De emprendimiento, de salid, de humor… De lo que quiera! Estoy encantada 👍
MI TOC es feliz, que maravilla. Ordenador, limpio, sugerencias de categorías nuevas a explorar!!!
Me suscribi con los 14 días de prueba para escuchar el Podcast de Misterios Cotidianos, pero al final me quedo mas tiempo porque hacia tiempo que no me reía tanto. Tiene Podcast muy buenos y la aplicación funciona bien.
App ligera, eficiente, encuentras rápido tus podcast favoritos. Diseño sencillo y bonito. me gustó.
contenidos frescos e inteligentes
La App va francamente bien y el precio me parece muy justo para pagar a gente que nos da horas y horas de contenido. Espero poder seguir usándola asiduamente.

Elige tu suscripción

Más populares

Oferta limitada

Premium

20 horas de audiolibros

  • Podcasts exclusivos

  • Disfruta los podcast de Podimo sin anuncios

  • Cancela cuando quieras

2 meses por 1 €
Después 4,99 € / mes

Empezar

Premium Plus

100 horas de audiolibros

  • Podcasts exclusivos

  • Disfruta los podcast de Podimo sin anuncios

  • Cancela cuando quieras

Disfruta 30 días gratis
Después 9,99 € / mes

Prueba gratis

Sólo en Podimo

Audiolibros populares

Preguntas frecuentes

Más preguntas y respuestas
Empezar

2 meses por 1 €. Después 4,99 € / mes. Cancela cuando quieras.