Imagen de portada del espectáculo Bincang Progresif

Bincang Progresif

Podcast de Serikat Mahasiswa Progresif UI

indonesio

Tecnología y ciencia

Oferta limitada

2 meses por 1 €

Después 4,99 € / mesCancela cuando quieras.

  • 20 horas de audiolibros / mes
  • Podcasts exclusivos
  • Podcast gratuitos
Empezar

Acerca de Bincang Progresif

Tempat untuk berdialektika berbagai gagasan progresif, mulai dengan membahas isu sosial politik hingga ngalor ngidul ghibahin politik kampus!

Todos los episodios

4 episodios

Portada del episodio DIALEKTIKA SEMAR UI: Problematika Tata Ruang Jakarta Kota Air bersama JJ Rizal

DIALEKTIKA SEMAR UI: Problematika Tata Ruang Jakarta Kota Air bersama JJ Rizal

"Kalau pernyataannya, Tata ruang itu untuk kepentingan menyelesaikan masalah banjir ya, menurut saya banjir (Di Jakarta) nggak akan pernah selesai, persepsi kita yang harus dibalik. Bahwa Jakarta ini kota air, bukan kota banjir. Jadi kita harus berbagi ruang dengan air, dan berbagi ruang dengan hal-hal yang identik dengan air, yaitu pohon misalnya. Ini menurut saya, mindsetnya masyarakat yak, itu mindset diubah menjadi Jakarta itu Kota Air. Jadi, tata ruang, arkitektural Jakarta harus berubah karena memang haram untuk kita tinggal di bantaran sungai. Jadi tata ruang itu harus diubah sedemikian rupa agar, ketika musim hujan itu ruang (di bantaran sungai) menjadi ruang air, dan di musim kemarau menjadi ruang manusia, jadi memang kita hidup berbagi dengan air." ― JJ Rizal, Sejarawan Mendengar nama "Jakarta", telinga kita disuguhkan dengan berbagai polemik dan hiruk-pikuk kehidupan ibu kota. Selain dikenal sebagai pusat administratif dan ibu kota negara, tampaknya masyarakat kita lebih akrab dengan isu banjir dan perkara tata ruang kota. Mengacu pada sisi historis, Jakarta memang dibangun di atas aliran sungai, yang mana bersinggungan secara langsung dengan berbagai problematika yang melibatkan air. Penempatan tata ruang kota yang sedemikian rupa seakan menjadi konsekusensi logis atas berbagai peristiwa banjir di Jakarta dari masa ke masa. Berbagai upaya penanggulangan banjir dari era kolonial hingga pasca reformasi telah dilakukan. Namun, warga Jakarta masih merasakan dampak yang sama dan pengulangan peristiwa yang tiada habisnya. Apakah faktor geografis menjadi alasan klasik dan unsur kausal atas keberlangsungan banjir di Jakarta? #JakartaBanjirAnjir [https://www.instagram.com/explore/tags/jakartabanjiranjir/] #TataRuangJakarta [https://www.instagram.com/explore/tags/tataruangjakarta/] #JakartaKotaku [https://www.instagram.com/explore/tags/jakartakotaku/] Narahubung: 0812-9158-4607 (Diena)

19 de abr de 2021 - 1 h 27 min
Portada del episodio DIALEKTIKA SEMAR UI: Ancaman Represifitas Negara terhadap Kebebasan Berpendapat bersama Asfinawati

DIALEKTIKA SEMAR UI: Ancaman Represifitas Negara terhadap Kebebasan Berpendapat bersama Asfinawati

"Sebetulnya aneh, kenapa yang diminta adalah rakyat rajin memberikan kritik. Harusnya kan yang dia (pemerintah) perintahkan kan polisi, 'wahai penegak hukum, jangan tangkepin lagi mahasiswa, jangan berlakukan UU ITE seperti itu.' Kenapa kitanya yang harus lebih kritis? Apa perubahan (dalam) hukum kalau kita lebih kritis? Toh, masyarakat udah sangat kritis, Tahun 2018 nggak ada aksi gede, 2019 ada aksi besar, 2020 ada aksi besar, itu kan lebih kritis, tapi dibalas dengan penangkapan, kriminalisasi. Jadi sebetulnya nggak masuk akal sama sekali, jadi bahkan untuk kita ketawa aja udah nggak bisa, karena saya juga bingung untuk mencerna pernyataan begitu. Otak kita udah kayak tergerus." ― Asfinawati, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Pengesahan Omnibus Law pada 5 Oktober 2020 lalu, telah menuai aksi protes oleh masyarakat luas. Setiap pasal-pasal dalam UU Omnibus Law justru menunjukkan negara mengabaikan hak rakyat untuk hidup bermartabat dan justru mempercepat perusakan lingkungan. Tak hanya itu, terjadi beragam represifitas yang terjadi akibat aksi protes yang ditujukan terhadap UU Omnibus Law, contohnya pembubaran paksa oleh aparat saat aksi yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Demokrasi dan kebebasan berpendapat kini berada diujung tanduk. Ancaman represifitas dan kriminalisasi dari negara telah menghantui dan mengambil hak banyak orang. Siapapun yang berbeda suara dengan rezim dan oligarkinya kini menghadapi ancaman serius, sudah banyak korban berjatuhan. Alat-alat negara kini dipakai sebagai tunggangan politik dan kepentingan segilintir orang semata. Lantas, bagaimana kepentingan rakyat dapat didengarkan? #Stopkriminalisasirakyat #Represifitasnegara #OmnibusBiangMasalah Narahubung: 0813-4003-7898 (Affan)

10 de abr de 2021 - 1 h 8 min
Regístrate para escuchar
Soy muy de podcasts. Mientras hago la cama, mientras recojo la casa, mientras trabajo… Y en Podimo encuentro podcast que me encantan. De emprendimiento, de salid, de humor… De lo que quiera! Estoy encantada 👍
Soy muy de podcasts. Mientras hago la cama, mientras recojo la casa, mientras trabajo… Y en Podimo encuentro podcast que me encantan. De emprendimiento, de salid, de humor… De lo que quiera! Estoy encantada 👍
MI TOC es feliz, que maravilla. Ordenador, limpio, sugerencias de categorías nuevas a explorar!!!
Me suscribi con los 14 días de prueba para escuchar el Podcast de Misterios Cotidianos, pero al final me quedo mas tiempo porque hacia tiempo que no me reía tanto. Tiene Podcast muy buenos y la aplicación funciona bien.
App ligera, eficiente, encuentras rápido tus podcast favoritos. Diseño sencillo y bonito. me gustó.
contenidos frescos e inteligentes
La App va francamente bien y el precio me parece muy justo para pagar a gente que nos da horas y horas de contenido. Espero poder seguir usándola asiduamente.

Elige tu suscripción

Más populares

Oferta limitada

Premium

20 horas de audiolibros

  • Podcasts exclusivos

  • Disfruta los podcast de Podimo sin anuncios

  • Cancela cuando quieras

2 meses por 1 €
Después 4,99 € / mes

Empezar

Premium Plus

100 horas de audiolibros

  • Podcasts exclusivos

  • Disfruta los podcast de Podimo sin anuncios

  • Cancela cuando quieras

Disfruta 30 días gratis
Después 9,99 € / mes

Prueba gratis

Sólo en Podimo

Audiolibros populares

Preguntas frecuentes

Más preguntas y respuestas
Empezar

2 meses por 1 €. Después 4,99 € / mes. Cancela cuando quieras.