Coverbild der Sendung Takjil Podcast

Takjil Podcast

Podcast von Takjil Media

Indonesisch

Religion & Spiritualität

Begrenztes Angebot

2 Monate für 1 €

Dann 4,99 € / MonatJederzeit kündbar.

  • 20 Stunden Hörbücher / Monat
  • Podcasts nur bei Podimo
  • Alle kostenlosen Podcasts
Loslegen

Mehr Takjil Podcast

Official podcast from Takjil Media. Asuhan Ustadz Faried Al-Akadarnya.

Alle Folgen

8 Folgen

Episode #MenyorongRembulan | Menyorong Rembulan Cover

#MenyorongRembulan | Menyorong Rembulan

Menyorong Rembulan Gerhana rembulan hampir total Malam gelap gulita Marahari berada pada satu garis dengan bumi dan rembulan Cahaya matahari yang memancar ke rembulan tidak sampai ke permukaan rembulan karena ditutupi oleh bumi Sehingga rembulan tidak bisa memantulkan cahaya matahari ke permukaan bumi Matahari adalah lambang Tuhan Cahaya matahari adalah rahmat nilai kepada bumi yang semestinya dipantulkan oleh rembulan Rembulan para kekasih Allah, para Rasul, para Nabi, para ulama, para cerdik cendekia, para pujangga dan siapa saja yang memantulkan cahaya matahari atau nilai-nilai Allah untuk mendayagunakannya di bumi Karena bumi menutupi cahaya matahari, maka malam gelap gulita Dan di dalam kegelapan segala yang buruk terjadi Orang tidak bisa menatap wajah orang lainnya secara jelas Orang menyangka kepala adalah kaki Orang menyangka Utara adalah Selatan Orang bertabrakan satu sama lain Orang tidak sengaja menjegal satu sama lain Atau bahkan sengaja saling menjegal satu sama lain Di dalam kegelapan orang tidak punya pedoman yang jelas untuk melangkah Akan kemana melangkah ? dan bagaimana melangkah ? Ilir-ilir kita memang sudah nglilir, kita sudah bangun, sudah bangkit bahkan kaki kita sudah berlari namun akal pikiran kita belum ! Hati nurani kita belum ! Kita masih merupakan anak-anak dari orde yang kita kutuk di mulut namun ajaran-ajarannya kita biarkan hidup subur di dalam aliran darah dan jiwa kita Kita mengutuk perampok dengan cara mengincarnya untuk kita rampok balik Kita mencerca maling dengan penuh kedengkian kenapa bukan kita yang maling Kita mencaci penguasa lalim dengan berjuang keras untuk bisa menggantikannya Kita membenci para pembuat dosa besar dengan cara setan yakni melarangnya untuk insaf dan tobat Kita memperjuangkan gerakan anti penggusuran dengan cara menggusur Kita menolak pemusnahan dengan merancang pemusnahan-pemusnahan Kita menghujat para penindas dengan riang gembira sebagaiman iblis yakni menghalangi usahanya untuk memperbaiki diri Siapakah selain setan, iblis dan dajjal yang menolak husnul khotimah manusia ? Yang memblokade pintu sorga ? Yang menyorong mereka mendekat ke pintu neraka ? Sesudah ditindas, kita menyiapkan diri untuk menindas Sesudah diperbudak kita siaga untuk ganti memperbudak Sesudah dihancurkan kita susun barisan untuk menghancurkan Yang kita bangkitkan bukan pembaharuan kebersamaan Melainkan asiknya perpecahan Yang kita bangun bukan nikmatnya kemesraan tapi menggelegaknya kecurigaan Yang kita rintis bukan cinta dan ketulusan melainkan prasangka dan fitnah Yang kita perbaharui bukan penyembuhan luka melainkan rencana-rencana panjang untuk menyelenggarakan perang saudara Yang kita kembang suburkan adalah memakan bangkai saudara-saudara kita sendiri Kita tidak memperluas cakrawala dengan menabur cinta Melainkan mempersempit dunia kita sendiri dengan lubang-lubang kebencian dan iri hati Pilihanku dan pilihanmu adalah : Apakah kita akan menjadi bumi yang mempergelap cahaya matahari sehingga bumi kita sendiri tidak akan mendapatan cahayanya atau kita berfungsi menjadi rembulan kita sorong diri kita bergeser ke alam yang lebih tepat agar kita bisa dapatkan sinar matahari dan kita pantulkan nilai-nilai tuhan itu kembali ke bumi

13. Mai 2019 - 4 min
Episode #MenyorongRembulan | Shalawat Nurul Musthofa Cover

#MenyorongRembulan | Shalawat Nurul Musthofa

Pada sesi ini, Cak Nun bersama Kiai Kanjeng melantunkan Shalawat Nurul Musthofa. Trivia : ... Shalawat adalah sebuah ekosistem kehidupan. Orang Maiyah percaya bahwa manusia tidak akan terlepas dari tiga model pergaulan trilogi hubungan antara Allah, Muhammad Saw dan sesama kita (manusia). Pada hakikatnya dalam kehidupan ini, kita akan tetap berada dalam tiga lingkup pergaulan tersebut. Hakikat kesejatian bershalawat bukan mendoakan agar Nabi memperoleh keselamatan. Ungkapan shalawat faedahnya pada akhirnya akan kembali pada kita. Ini merupakan model kemesraan dalam Islam, di mana ketika kita mendoakan Rasulullah Saw, maka doa tersebut akan terpantul kembali kepada kita. Muhammad Rasulullah dibaratkan seperti gelas yang penuh terisi air, sementara shalawat yang dikirimikan kepada beliau seperti menuangkan seteguk air yang menyebabkan air itu akan kembali tempiyas kepada kita. Seperti kata Cak Fuad, yang butuh didoakan itu kita bukan Nabi, karena sekali kita mendoakan Nabi maka puluhan malaikat akan mendoakan kita kembali. Cinta yang saling memantul-mantulkan cinta. Sumber :https://www.caknun.com/2018/shalawat-dan-kesehatan/ [https://www.caknun.com/2018/shalawat-dan-kesehatan/]

29. Apr. 2019 - 7 min
Episode #MenyorongRembulan | Syair Istighfar Cover

#MenyorongRembulan | Syair Istighfar

Berangkat dari mengantarkan NKRI menuju reformasi yang merenggut nyawa beberapa aktivis, masyarakat etnis tionghoa, dan lain sebagainya, di kesempatan-kesempatan Cak Nun bersama para karib dan sahabatnya keliling di tengah masyarakat akar rumput untuk menyerukan shalawat dan dzikir. Trivia : Setelah Soeharto secara resmi menyatakan mundur, B.J Habibie yang notabene adalah pangeran kesayangan Soeharto menduduki jabatan Presiden. Dan atas jaminan Soeharto, ABRI saat itu mendukung penuh kepemimpinan B.J. Habibie. Andaikan Soeharto tidak sungguh-sungguh untuk mundur dari jabatan Presiden, saat itu setidaknya ia masih memiliki kesempatan untuk melakukan kudeta dengan cara militer. Kekuatan militer saat itu belum benar-benar dilepaskan oleh Soeharto. Namun, Soeharto sama sekali tidak memanfaatkan kesempatan itu. Yang terjadi kemudian, Soeharto justru bersedia untuk diadili. Cak Nun, sebagai salah satu tokoh yang terlibat pada pertemuan 19 Mei 1998, secara khusus ditunjuk sebagai “imam” oleh Soeharto. Satu tahun setelah ia mundur dari jabatan Presiden, pada suatu malam Cak Nun diundang ke kediamannya di Cendana. Tidak mudah bagi Cak Nun mengiyakan keinginan Soeharto untuk bertemu. Setidaknya ada lima kali upaya pihak Cendana menghubungi Cak Nun agar mau menemui Soeharto di Cendana. Bahkan, Tommy dan Bambang juga sempat mencari Cak Nun agar mau bertemu Soeharto. Ustadz Abu Bakar, seorang aktivis PadhangmBulan saat itu menyampaikan kepada Cak Nun bahwa Cak Nun adalah salah satu orang yang masih dipercaya oleh Soeharto, dan masih dianggap objektif. Pertemuan itu berlangsung selama 3 jam, di Cendana. Dalam sebuah ruangan, hanya Cak Nun dan Soeharto saja. Dalam sebuah pengajian di Brebes, Cak Nun sempat menyatakan bahwa Soeharto harus bersegera meminta maaf kepada Rasulullah Saw di makamnya. Kemudian, harus bersegera mencari momentum untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia. Dan juga menyatakan bersedia untuk diadili. Dengan cara inilah kemudian Soeharto kemudian akan menjalani husnul khatimah. Selengkapnya, baca di https://www.caknun.com/tag/reformasi/ [https://www.caknun.com/tag/reformasi/]

21. Apr. 2019 - 8 min
Super gut, sehr abwechslungsreich Podimo kann man nur weiterempfehlen
Super gut, sehr abwechslungsreich Podimo kann man nur weiterempfehlen
Ich liebe Podcasts, Hörbücher u. -spiele, Dokus usw. Hier habe ich genügend Auswahl. Macht 👍 weiter so

Wähle dein Abonnement

Am beliebtesten

Begrenztes Angebot

Premium

20 Stunden Hörbücher

  • Podcasts nur bei Podimo

  • Keine Werbung in Podimo Podcasts

  • Jederzeit kündbar

2 Monate für 1 €
Dann 4,99 € / Monat

Loslegen

Premium Plus

100 Stunden Hörbücher

  • Podcasts nur bei Podimo

  • Keine Werbung in Podimo Podcasts

  • Jederzeit kündbar

30 Tage kostenlos testen
Dann 13,99 € / monat

Kostenlos testen

Nur bei Podimo

Beliebte Hörbücher

Häufig gestellte Fragen

Weitere Fragen und Antworten
Loslegen

2 Monate für 1 €. Dann 4,99 € / Monat. Jederzeit kündbar.